Alhamdulillah... setelah banyak sekali hal yang harus dilalui, pagi siang malam bekerja tiada henti, dan ahirnya pun jadi, karya berdua, kamera dlsr veesi karton wkwkwk
Dengan terdapat lampu yg sudah disambungkan dengan baterai dengan di sholder dgn baik wkwkwk
Senin, 16 Desember 2013
Kamis, 07 November 2013
Maen kembali ke Rumah temen SMP
Pada hari minggu, waktu itu aku sedang menikmati hari minggu ku, namun tiba2 aku mengingat teman SMP ku, lalu aku bergegas menuju rumah temenku yg berada di kali mambu.
Pada saat itu, aku juga bertemu dengan ibunya, dan adiknya juga sekarang bertambah tinggi dan terlihat lebih dewasa dari sebelumnya
Mengingat dulu kami sering bermain game, pada saat kita bertemu lagi juga main game hahaha
Idul Qurban 2013
Pada hari itu, malam sebelum idul qurban, pasti pada rame2 di masjid atau mushola di tempat masing2. Termasuk di TPA ku, TPA Al - Islam, para anak2 TPA disuruh dateng pada jam sehabis isya
Melihat antusiasme anak2, membuat gairah idul qurban menjadi naik, meteka bergantian ber takbir dengan menyebut nama Allah SWT, dengan kalimat rasa syukur yg tinggi, dalam menyambut hari Idul Qurban.
Minggu, 13 Oktober 2013
Peknik TPA 2013
Liburan hari minggu saat itu memang menyenangkan. Setelah para murid2ku melaksanakan lomba, tiba saatnya refresing. Yaitu di Waterboom Hotel Galuh.
Bis pun penuh, para Ustad duduk dibelakang. termasuk aku dan Fanton. Para murid2 pada renang di kolam renak anak2.
Sedangkan aku dan fanton di kolam renang dewasa.
HAHAHAHA Seru :)
Melukis ILUSTRASI
Melukis bukanlah hal yang mudah, apa lagi melukis dengan cat air -___-. Tugasnya adalah suruh buat ilustrasi, walaupun sulit.
tapi aku dapat menyelesaikan dengan baik
ya setidaknya mendapat nilai 8,7 :) karna masih sisa, jadinya sekalian aku coret-coret ditangan :D
Banyak maen sama Anak Asrama
Jika rumahku dengan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dekat, otomatis dengan anak asrama muhi juga dekat. Karena dekat, jadi sering maen bersama mereka
padahal waktu di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta susah sekali untuk kumpul bermain, harus bawa motor dan mainnya tidak bisa setiap saat, karna waktu SMP temen2ku bener-bener tertib
beberapa kali setiap malam minggu selalu pergi, pernah sekali sunmor bareng Rauf dan Fanton
Lomba FASI TPA se Kecamatan Tegal Rejo
Pada saat hari minggu, bukan waktunya hanya untuk tidur saja, murid2 ku yang manis-manis bersiap untuk mengikuti lomba. dengan berlatih selama lebih dari 1 bulan, membawa bekal keterampilan untuk ditampilkan dalam lomba ;)
Para Ustad pun bersiap-siap untuk mendampingi anak2nya lomba, termasuk aku :). Namun pada saat itu, Fanton tidak bisa hadir mendampingi murid2 yang sedang lomba, sehingga membuat ku sangan suntuk -__-
Meskipun tidak menang, diharapkan ini dianggap sebagai ajang pembuktian bahwa TPA kita tetap jaya ;)
Pengajian Kelas Pertama
Hal yang aku syukuri termasuk rumah ku dengan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta sangat dekat, aku hanya butuh kaki untuk menuju kesana, dengan orang tua yg masih tinggal dirumah :) Gk nge kost :p
Karna rumah dekat, dan dikelas ada acara pengajian kelas rutin 1 bulan sekali, makanya... karna rumahku yg paling dekat jadinya rumahku yang dipilih pertama kali untuk dijadikan tempat pengajian. Jadi pada tau rumahku deh :D
Dengan acara ini dapat mencerminkan perilaku murid Muhammadiyah :)
Awal Masuk SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
Sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta emang gk salah, masuk dengan perasaan kecewa karna gagal masuk SMA Negri di Jogjakarta tidak bisa selamanya terbayang-bayang.
Banyak Hikmah yg terambil di Sekolah baruku ini, yang terpenting adalah kurikulumnya yg terbaru, kalo pelajaran pake kurikulum terbaru mah gk pernah suntuk kalo belajar :)
Namun ada suatu hal yg sulit untuk dihindari, yaitu membuat beberapa orang m
enjadi tidak menyontek saat ujian asli maupun harian, berbeda dengan waktu SMP, satu kelas yang cowok gak ada yang nyontek, solid semua, gak pernah takut bodoh, karena kami yakin kami ini pintar :)
Kamis, 18 April 2013
LAPORAN TPM SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA
SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta telah selesai melaksanakan TPM yang terakhir atau yang disebut TPM yang ke-9. Hasil Scan di mediascanter.co.id kurang memuaskan, terutama pada mata pelajaran bahasa Inggris yang tak ada yang sampai 8,6
Untuk Melihat hasilnya, anda bisa mengetahuinya dengan KLIK pada GAMBAR DI BAWAH.....
Sabtu, 13 April 2013
Paduan Suara SMP Muhammdiyah 2 Yogyakarta di Acara Sidang Tanwir Hizbul Wathan
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai
organisasi otonom Muhamadiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan
kepanduan pada 27-29 Desember 2012 akan mengadakan Sidang Tanwir I di
Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Pada pembukaan Tanwir Hizbul
Wathan ini Paduan Suara SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta turut
berpartisipasi pengisi acara Tanwir Hizbul Wathan. Didampingi Guru
pembimbing Eko Nurhidayat, S. Sn dan Pembina Osis Ismiyati, serta
Mustakim, S. Pd. T, acara yang digelar di Madrasah Mualimin ini
menyajikan 3 buah lagu di antaranya Mars Hizbul Wathan, Sang Surya, lagu
semangat Indonesia Jaya.
Menurut Ketua Kwartir Pusat Gerakan
Kepanduan HW Ismet Wibowo, metode pendidikan dalam kepanduan HW sangat
variatif dan menantang. “Generasi muda umumnya sangat menyukai kegiatan
yang sifatnya menantang,” kata Ismet Wibowo didampingi Pjs Sekum M
Bahrun Nawawi, Senin (24/12), di Kantor Kwartir Pusat HW Jl Suronatan
Yogyakarta.
Diadakannya Sidang Tanwir I Gerakan
Kepanduan HW itu, untuk koordinasi antar Pimpinan Wilayah HW di seluruh
Indonesia. “Guna memberikan pencerahan bagi perkembangan Hizbul Wathan
ke depan, terutama untuk syiar dan pembinaan generasi muda
Muhammadiyah,” jelas Ismet.
Di samping itu, bertujuan untuk
memberikan pencerahan dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi
Hizbul Wathan sejak dari Pusat hingga Qabilah di seluruh Indonesia.
Diawali malam taaruf peserta dan
peninjau Tanwir bersama Kwartir Pusat dan Ahmad Syafii Maarif, Ir Teguh
Soedirman (putra Panglima Besar Jenderal Soedirman) dan Drs M Afnan
Hadikusumo (DPD RI) pada Kamis (27/12), keesokan harinya pada Jum’at
(28/12) diteruskan pawai Nusantara meliputi drumband HW, atraksi
kesenian/HW.
Setelah dibuka Ketua Umum PP
Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsuddin, diteruskan sidang pleno
pembahasan dan pengesahan Anggaran Rumah Tangga HW serta sidang kelompok
organisasi dan rekomendasi, pendidikan dan latihan (diklat) serta
penggalian dana. Usai ceramah disampaikan M Muchlas Abror (pemantapan
ideologi HW Muhammadiyah) dan A Dahlan Rais (HW sebagai solusi pembinaan
generasi muda), dilanjutkan progress report pimpinan Kwartir Pusat dan
Kwartir Wilayah HW.
Selain itu, dilaksanakan pula lokakarya
nasional “Membangun HW Bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah
se-Indonesia” pada 28-29 Desember 2012, materi disampaikan Prof
Sarbiran, PhD, Drs H Hadjam Murusydi, SU, Drs Budi Sudjijon, MM, Gerakan
Kepanduan HW Qabilah Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas
Muhammadiyah Ponorogo.
Gelar Workshop Sekolah Adiwiyata
Acara yang dihelat pada Senin, 8
April 2013 ini dikuti oleh lebih kirang 90% Guru dan karyawan,
dikarenakan Workshop adiwiyata ini merupakan agenda rutin dan prasarat
menuju sekolah adiwiyata. Namun, bukan karena hal tersebut saja acara
ini digelar, melainkan di sini terdapat pendampingan berkelanjutan,
sehingga Sekolah Adiwiyata tetap pada jalurnya dan nantinya berujung
pada kebermanfaatan bagi semuanya.
Tujuan dari sekolah Adiwiyata,
menurut Pak Satino, Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab
dalam upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) melalui
tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan
berkelanjutan. Selanjutnya, masih menurut Bapak dua anak ini sekolah
adiwiyata hendaklah mengedepankan program yang berwawasan lingkungan,
salah satunya biofori, hemat energi, hemat air, pengelolaan sampah,
serta daur ulang barang-barang habis pakai.
Prinsip dasar Sekolah Adiwiyata di antaranya :1) Partisipatif:
Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi
keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai
tanggungjawab dan peran; 2) Berkelanjutan : Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.
Sedangkan komponen dari Sekolah
Adiwiyata adalah sebagai berikut :1) Kebijakan Berwawasan Lingkungan; 2)
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan; 3) Kegiatan Lingkungan
Berbasis Partisipatif; 4) Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Di bagian lain oleh Bapak Satino
menjelaskan, kurikulum yang berwawasan lingkungan sebaiknya juga
dimasukkan dalam kurikulun sekolah di semester akan datang.(TQM)
Jumat, 12 April 2013
Gerak Jalan Gogreen School 2013
Panitia Gogreen School 2013 dan
juga Panitia Lustrum ke-14 yang berkolaborasi mengadakan jalan sehat di seputar
ruas jalan di kota Jogja. Berawal dari Kampus SMP Muhammadiyah 2 Yk. melewati
Jalan Kapas II berlanjut ke Jl Sokonandi.
Sampai ke Jalan Raya Kusumanegara,
ke timur kemudian tiba di pertigaan Balaikota Jogja keutara sampai dengan
perempatan Balaikota.
Mengitari jalan Miliran ke arah
barat rombongan sampai ke Jalan Kenari di selatan Stadion Manda Krida.
Selanjutnya lewat kembali ke Jl Sokonandi dan akhirnya dengan menempuh sekitar
7 km, akhirnya sampai kembali ke kampus SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Didalam sekolah pun sudah
disediakan tempat duduk untuk melihat pentas seni dalam rangka lustrum di SMP
Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang di bawai oleh anak kelas 9 dan beberapa kelas 8
menarikan tari saman.
Minggu, 07 April 2013
Sejarah Singkat Riwayat Singkat SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta
Pendahuluan
Sungguh bersejarah panjang SMP
Muhammadiyah 2 Yogyakarta, yang dulu menempati gedung Jalan Sultan Agung
14 (Jl Bintaran Lor 14). Sebagai embrio berdirinya sekolah ini dimulai
dari peristiwa tahun 1937, waktu itu pertama kali di gedung Jalan Sultan
Agung 14 dijadikan tempat pendidikan yang diberi nama oleh Muhammadiyah
INHEEMSE MULO MUHAMMADIYAH bersubsidi di bawah asuhan Bapak Pinandoyuo
dibantu oleh Bapak H Abdulgani Dwidjosuparto, sekolah ini merupakan
sekolah MULO Bumi Putera yang pertama di seluruh tanah air yang
menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.
Waktu itu Muhammadiyah memang sudah
memiliki sekolah-sekolah Mulo, AMS, dan Mulo HIK di beberapa tempat,
tetapi itu semua menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa
pengantarnya. Maka boleh dikatakan bahwa Iheemse Muhammadiya merupakan
perintis SMP yang kita kenal dalam negara kita ini. Dengan kata lain
INHEEMSE MULO MUHAMMADIYAH di Jalan Sultan Agung 14 Yogyakarta merupakan
cikal bakal berdirinya SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta sekarang ini.
Tahun 1942 kekuasaan Hindia Belanda di
Indonesia direbut Jepang, timbul gagasan dari para pemimpin
Muhammadiyah, untuk mengubah Inheemse Mulo Muhammadiyah menjadi SMP
Muhammadiyah dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa penghantar.
Perjalanan Sejarah Amal Usaha Muhammadiyah SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta :
1. Pembukaan SMP Putri Muhammadiyah Yogyakarta 1 April 1943
Pada permulaan tahun 1943 oleh
Muhammadiyah diambil inisiatif untuk membuka SMP khusus putri.
Murid-muridnya diambil dari murid-murid putrid Mulo HIK Muhammadiyah
yang waktu itu berkedudukan di Komplek Madrasah Mualimin Muhammadiyah
dan murid-murid putri dari Inheemse Muhammadiyah di Kompleks Panti
Asuhan Yatim Muh di Lowanu.
Realisasi berdirinya SMP Putri
Muhammadiyah pada tanggal 1 April 1943 dipimpin oleh Bapak Malikus
Suparto (seorang pensiunan PGAA Negeri Yogyakarta).Bapak Malikus
Supartohanya sempat memimpin sekolah ini sampai tahun 1944, karena
tenaga beliau sangat dibutuhkan untuk memimpin sekolah Muhammadiyah
pada jenjang yang lebih tinggi.
Dalam tahun ajaran 1943/1944 dikeluarkan
alumnus yang bernama SMP Putri Muhammadiyah, sebanyak 25 siswa,
sebagian mereka ditampung di sekolah guru Muhammadiyah Putri (yaitu
angkatan Ibu Wastiah) tetapi sebagian mereka pindah ke SMT Muh, yang
kemudian menjadi SMA MUH sehingga sekolah guru puteri Muha tidak dapat
dipertahankan lagi.
2. Periode Kepemipinan Bapak KH Dalhar BKN (1944 – 1947)
Dalam periode ini SMP Puteri
Muhammadiyah mendapat kemajuan pesat, sehingga waktu diperiksa leh
Inspkesi SMP Muhammadiyah Jawa Tengah yang berkedudukan di Semarang,
dinyatakan bahwa sekolah tersebut tidak diragukan lagi untuk memeroleh
subsidi penuh, terutama dalam pelajaran ilmu pasti yang pada waktu itu
dipegang oleh Bapak Ziad (Bp Mukam), Ibu Dauchah dan Ibu Badriuyah
Solihin. Pihak Inspkesi SMP Jawa Tengah menyatakan kepuasannya atas
hasil pendidikan SMP Puteri Muhammadiyah. Tetapi sayang karena pada
waktu itu tahun 1947terjadi kevakuman tenaga pimpinan di sekolah-sekolah
Muhammdiyah, maka terpaksa Bapak Dalhar ditarik dari SMP Puteri Muh,
untuk diserahi tugas memimpin Madrasah Mu’alimat Muh. Maka pimpinan SMP
Puteri Muhammadiyah diserahkan kepada Bp. H Abdulgani Dwidjosuparto.
3. Periode Kepemimpinan Bapak H Abdulgani Dwidjosuparto (1947-1955)
Suatu hal yang perlu direnungkan
dalamperiode ini adalah, betapa tinggi loyalitas dan besarnya pengabdian
guru SMP Puteri waktu itu, karena periode ini berada pada masa revolusi
fisik, terjadi class II, oleh pihak Belanda yang hendak merebut kembali
kedaulatan Negara kita, menyebabkan pemerintahan dalam keadaan labil.
Tetapi mereka tetap bersemangat menjalankan tugas sampai keadaan normal
kembali. Bulan Juli 19149 Belanda angkat kaki dari Indonesia, maka SMP
Puteri Muhammamdiyah terus berbenah diri, sementara sekkolah-sekolah
yang lain belum memulainya.
Kantor inspkesi di Semarang untuk
sementara dipindahkan di Yogyakarta, karena Kota Semarang masih
dikuasasi Kolonial Belanda, maka pada waktu itu baru direalisiri
pemberian subsidi, meskipun belum penuh, subsidi penuh baru diberikan
mulai tahun1953. Semenjak saat itulah makin berkembang SMP Puteri
Muhammadiyah 2, sarana dan prasarana pendidikan mulai dibenahi. Dari
sinilah awal popularitas SMP Muhammadiyah Puteri Yogyakarta, di tengah
masyarakat, khususnya muhammadiyah.
4. Periode Kepemimpinan Bapak R Soeyono Soemodinoto (1955-1970)
Bapak H Abdulgani Dwidjosuparto sebagai
guru Negeri yang ditugaskan di Muhammadiyah, akhirnya ke SGKP Negeri
(SKKA) di Yogyakarta, maka SMP Muhammadiyah 2 Puteri Yogyakarta mendapat
tenaga pimpinan, yaitu Bapak R Soeyono Soemodinoto, yang sebelumnya
menjabat Kepala Sekolah SMP Negeri Wates. Inilah periode yang lebih
panjang dari periode-periode sebelumnya. Dalam periode ini mulai adanya
kestabilan jalannya organisasi sekolah. Hasil ujian makin lama makin
meningkat, bahkan dapat mencapai puncak keberhasilan dengan meluluskan
100% yang pada saat itu sangat langka kelulusan mencapai 100%.
Suatu hal yang paling menonjol di masa
ini adalah kedisiplinan yang ditanamkan oleh Kepala Sekolah, untuk
menegakkan kedisiplinan guru dan murid. Aktifitas pelajaran dapat
ditingkatkan dengan adanya gerak kesatuan, hari Krida drumband, dan
kepramukaan. Animo siswa yang masuk terus meningkat, sehingga melebihi
kapasitas daya tamping, sehingga terpaksa diadakan tes sleksi masuk.
Pernah pada periode ini jumlah siswa kelas satu mencapai 60 orang/kelas.
5. Periode Kepemimpinan Ibu Badriyah Solihin (1970 – 1981)
Bapak R Soeyono Soemodinoto tiba masa
pension, maka satu-satunya yang dipandang mampu dan cukup senior pada
waktu itu adalah Ibu Badriyah Solihin. Maka kemalui siding lengkap
dengan guru, sepakat memilih Ibu Badriyah Solihin, di samping terus
menjaga tegaknya disiplin yang telah ditanamkan oleh Bapak R Soeyono
Soemodinoto, juga menyempurnakan hal-hal yang belum sempat dirintis,
yaitu menjalin hubungan kerjasama yang konkrit dengan wali murid. Tahun
1971 dibentuklah IKIWAM( BP3). Realisasi kerjasama wali murid dengan
pihak sekolah makin nyata. Sarana dan prasarana sekolah menjadi
perhatian serius, mulai diganti meja-meja yg lama dengan yang baru, yang
sejak dibangunnya belum pernah diganti oleh pihak lain. Pembanguna
kelas baru mulai dilaksanakan, karena pada periode ini di lokasi sekolah
telah utuh, karena sebelumnya ada pavilion yang ditempati oleh pihak
lain, melalui proses yang a lot, akhirnya sebagian komplek yang
ditempati pihak lain tersebut dapat kembali, sehingga sejak tahun itu
(1974) pavilyun yang luasnya 200 m2 mulai dibangun untuk ruang UKS,
Laboratorium dan Ruang kelas.
Pada tahun 1973 SMP Muhammadiyah 2
dinyatakan sebagai perintis sekolah Pembangunan dengan Surat Keputusan
tertanggal 30 November 1973 No. E 634/A/XI/1973. Tahun 1975 Alumnus SMP
Putri Muhammadiyah 2 : dr. Isnainiyah Suchan dan dr Latifah Jadsidiq.
Membantu pelaksanaan UKS,s ehingga dalam lomba UKS mendapat Juara I
se-DIY dengan piagam dari Kanwil Dep Dik Bud 20 Mei 1975, No.
52/Harpenas/A/75.
Perhatian terhadap bidang seni tidak
ditinggalkan, seni music di bawah pimpinan Bp. Rusman (Pengasuh ENsamble
Musik TVRI Yogyakarta). Sehingga SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta selalu
mengisi esemble music di TVRI.
6. Periode Kepemimpinan Bapak H Ali Arifin, BA (1981 – 2002)
Inilah periode paling panjang dalam
sejarah kepemimpinan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, setelah Ibu Badriyah
Solihin sampai masa pension, maka pilihan calon Kepala Sekolah oleh
Dewan Guru, dan pilihan jatuh kepada Bapak H Ali Arifin. Pada waktu
masih kepemimpinan Ibu Badriyah Solihin, oleh Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Majelis DIkdasmen sudah disiapkan lokasi baru (tempat kita
sekarang ini), dan telah dibangun 3 lokal tingkat (6lokal) dan 3 lokal
bantuan dari 5 koperasi batik di Yogyakarta. Akan tetapi pada waktu itu
Ibu Badriyah S masih berkeberatan meninggalkan gedung Jl Sultan Agung
14. Maka sejak kepemimpinan Bapak H Ali Arifin program utama adalah
proses kepindahan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta dari Jl Sultan Agung 14
ke Jalan Kapas ini segera terealisir. Maka mulai dilaksanakan dan
bertahap, mulai dari kelas 3 pindah ke Jalan Kapas, sementara kelas 1
dan 2 tetap di Jalan Sultan Agung 14.
Tahun 1984 dengan kerja keras dari BP3
yang waktu itu diketuai oleh Bapak Munodo, dapat dibangun dua local
tingkat di sayap barat.
Tahun 1986 bangunan sayap barat
diteruskan sehingga menjadi keadaan seperti sekarang ini (6 lokal
tingkat) dengan perencanaan fondasi untuk 3 tingkat.
Tahun 1987 mendapat Bantuan dari Kanwil
Dep Dik Bud 2 Lokal di depan, kemudian dilanjutkan sendiri menjadi
tungkat untuk seluruh bangunan unit depan.
Tahun 1994, di waktu ketua BP3, Bapak
Ir. H Dasron Hamid, dapat dibangun bangunan megah Lantai 3 unit
belakang, yang dipergunakan untuk ruang Parkir dan Kantin, Ruang PKK,
Laboratorium, Ruang Komputer, dan lantai 3 untuk Aula. Dan terakhir
sebelum Bapak H Ali Arifin purna tugas, diambil kebijaksanaan untuk
menerima siswa putra dan putri. Program pembangunan dilanjutkan
yaitumenambah bangunan lantai 3 di sayap yang membujur ke barat.
7. Periode Kepemimpinan Bapak Sadiyo, BA (2002-2003)
Baak Sadiyo sebagai PLH pada tahun
2002-2003 sangat memperhatikan dan mempertahankan kedisiplinan di SMP
Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang berkersama dengan Komite Sekolah.
8. Periode Kepemimpinan Bapak Drs. Kusmantoro (2003-2005)
Pada awal kepemimpinan Bapak Drs,
Kusmantoro, beliau melakukan penataan dan pembangunan di SMP
Muhammadiyah 2 Yogyakarta, seperti Pembangunan Lantai 3 sayap timur,
Lapangan Basket, Laboratorium Bahasa, Ruang Kantin yang representative,
dan Gapura. Pokoknya lingkungan Mucil semakin oke punya. Terima kasih
Pak Kus.
9. Periode Kepemimpinan Bapak Drs. H Suprapto, S. Pd, MA (2006 – 2012)
SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta memasuki
Pasca Gempa, mudah-mudahan akan memperoleh kepercayaan di Persyarikatan,
pemerintah dan masyarakat. Do’a dan dukungannya dari semua pihak. Pada
Tahun 2007-2008, terhitung sejak tahun pelajaran tersebut, SMP
Muhammadiyah resmi menynadang sekolah SSN (Sekolah Standar Nasional).
Dan Pada Semester 2 tahun ajaran 2008/2009 SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta
ditunjuk sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Mandiri
berdasasarkan SK Dirjen Mendikdasmen No. 1880/C.3/DS/2008, tanggal 19
November 2008, sehingga pada tahun ajaran 2009/2010 sudah membuka 1
kelas RSBI.
Syukur alhmadulilah, dengan bantuan dari
Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta melalui alokasi Pembangunan Ruang
Kelas Baru (Dana RKB) dan juga partisipasi dari Komite Sekolah,
pekerjaan pembangunan pada masa kepemimpinan Bapak Drs. H Suprapto
adalah pembangunan Lantai 3 Gedung Sayap Barat sebayak 6 ruang kelas
baru. Pembangunan ini dilaksanakan dikarenakan animo masyarakat yang
ingin belajar di SMP Muhammadiyah 2 cukup tinggi. Pembangunan yang lain
adalah dibangunnya Studio Musik dan Ruang Multimedia.
10. Periode Kepemimpinan Ibu Hj Nilawati Isdwiantari, S.Pd (2012 – sekarang)
Sabtu, 06 April 2013
Soal Ujian Nasional Akan Dibuat Lebih Sulit
TEMPO.CO, Depok - Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan Indonesia (BSNPI) Teuku Ramli Zakaria mengatakan Ujian Nasional 2013 akan dibuat lebih sulit. Menurut dia, langkah itu diambil untuk meningkatkan kualitas ujian dari tahun-tahun sebelumnya.
"Tingkat kesukarannya dibuat lebih sulit sehingga kredibilitas diharapkan menguat dari waktu ke waktu," ujar Ramli saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Bojongsari, Depok, Selasa, 12 Februari 2013. Dia mengatakan, syarat kelulusan Ujian Nasional adalah rata-rata nilai 5,5, dengan minimal nilai setiap pelajaran adalah 4,5.
Selain meningkatkan kesukaran soal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga menambah varian soal Ujian Nasional. "Jenis soal bisa mencapai 20 macam di seluruh Indonesia," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendibud, Khairil Anwar Notodiputro, di acara Rembuk Nasional Pendidikan di Bojongsari, Depok, Selasa, 12 Februari 2013.
Dia mengatakan upaya untuk meningkatkan kualitas juga sejalan dengan bertambahnya jenis soal yang dibagikan di tiap ruang kelas. Khairil mengatakan, pada tahun lalu, tiap ruang kelas yang berisi 20 orang terdiri atas 5 jenis soal berbeda. "Tahun ini dalam satu kelas terdiri atas 20 jenis soal yang berbeda," ucap Khairil. Menurut dia, cara itu efektif mencegah kecurangan.
Ujian Nasional bagi Sekolah Menengah Atas dijadwalkan dilaksanakan pada 15 April 2013. Ujian bagi sekolah menengah pertama dilakukan pada 22 April 2013 dan ujian bagi sekolah dasar akan berlangsung pada 29 April 2013. Teuku Ramli mengatakan, peserta yang tidak lulus Ujian Nasional, bisa mengikuti ujian susulan pada bulan Juli. "Ujian susulan dikonversikan ke ujian untuk program nonformal," ucapnya.
Tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 600 miliar untuk Ujian Nasional. Dana itu digunakan untuk beberapa tahap pelaksanakaan. Mulai dari pembuatan soal, sosialisasi atau pengadaan, pengawasan, pemindaian, dan keluarnya nilai akhir.
"Tingkat kesukarannya dibuat lebih sulit sehingga kredibilitas diharapkan menguat dari waktu ke waktu," ujar Ramli saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Bojongsari, Depok, Selasa, 12 Februari 2013. Dia mengatakan, syarat kelulusan Ujian Nasional adalah rata-rata nilai 5,5, dengan minimal nilai setiap pelajaran adalah 4,5.
Selain meningkatkan kesukaran soal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga menambah varian soal Ujian Nasional. "Jenis soal bisa mencapai 20 macam di seluruh Indonesia," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendibud, Khairil Anwar Notodiputro, di acara Rembuk Nasional Pendidikan di Bojongsari, Depok, Selasa, 12 Februari 2013.
Dia mengatakan upaya untuk meningkatkan kualitas juga sejalan dengan bertambahnya jenis soal yang dibagikan di tiap ruang kelas. Khairil mengatakan, pada tahun lalu, tiap ruang kelas yang berisi 20 orang terdiri atas 5 jenis soal berbeda. "Tahun ini dalam satu kelas terdiri atas 20 jenis soal yang berbeda," ucap Khairil. Menurut dia, cara itu efektif mencegah kecurangan.
Ujian Nasional bagi Sekolah Menengah Atas dijadwalkan dilaksanakan pada 15 April 2013. Ujian bagi sekolah menengah pertama dilakukan pada 22 April 2013 dan ujian bagi sekolah dasar akan berlangsung pada 29 April 2013. Teuku Ramli mengatakan, peserta yang tidak lulus Ujian Nasional, bisa mengikuti ujian susulan pada bulan Juli. "Ujian susulan dikonversikan ke ujian untuk program nonformal," ucapnya.
Tahun ini pemerintah menganggarkan Rp 600 miliar untuk Ujian Nasional. Dana itu digunakan untuk beberapa tahap pelaksanakaan. Mulai dari pembuatan soal, sosialisasi atau pengadaan, pengawasan, pemindaian, dan keluarnya nilai akhir.
Dinda Bangga Jadi Duta Sanitasi DIY
Dinda Alvira Irawan, siswa SMP
Muhammadiyah 2 Yogyakarta berhasil menjadi juara I Lomba karya tulis
tingkat SMP se-DIY dalam pemilihan duta sanitasi DIY di Villa Taman Eden
2 Hotel dan Restoran Jl Kaliurang km 22 Sleman Yogyakarta.
Juara II Lomba karya tulis ini diraih
oleh Holy Rhema Sogiantoro dari SMP Pangudiluhur I Yogyakarta, dan Juara
III Irma Nafsiyati dari SMP 1 Imogiri. Untuk lomba poster Juara I
diraih Putri Hastifah dari SMP N 1 Bantul, Juara II Navy Krisna Pratiwi
dari SMP 1 Imogiri Juara III Fanny Khoirunnisa dari SMP N 1 Bantul.
Keenam juara lomba yang digagas oleh
Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman DIY tersebut
berhak untuk maju mewakili DIY dalam Jambore Sanitasi Lingkungan pada
bulan Juni mendatang. Dalam kesempatan tersebut juga digelar beragam
perlombaan bagi siswa SD.
Dinda Alvira Irawan, ditermui KR di sela
lomba, mengaku bangsa dan senang mendapatkan capaian prestasi tersebut.
Meskipun demikian, apa yang telah diraih juga merupakan tanggungjawab
yang tidak ringan. Karena itu ia bertekat bisa memberikan prestasi yang
sebaik-baiknya ke depan.
Membawakan judul karya tulis tentang
pemanfaatan air bekas berwudlu untuk kelestarian lingkungan air, Dinda
mengaku tidak mudah. Apalagi, selama ini masih masyarakat membuang
langsung air bekas berwudlu ke selokan, tanpa memanfaatkannya kembali.
“Air bekas berwudlu itu masih bagus dan
bisa dimanfaatkan kembali, seperti untuk keperluan menyiram tanaman.
Jika bisa dimanfaatkan oleh masyarakan bisa menghemat banyak air”, Kata
Dinda Irawan. Yang akan bertekad mensosialisasikan penghematan air
melalui sekolah tersebut.
Drajat Widjunarso, Kepala Satuan Kerja
Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman DIY, menyatakan, Lomba
Sanitasi, karya Tulis dan poster tingkat SMP se-DIY dalam rangka
kampanye kepedulian sanitasi dalam masyarakat. Kampanye tersebut
berkaitan dengan masalah sampah, sampai pengeloaan air bersih.
(Harian Kedaulatan Rakyat, 25 Maret 2013)
Hasil TPM 7 SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta
Ya, seperti biasa, kemarin saya sudah membahas tentang TPM.
Sekarang kita lihat saja hasilnya
Seperti Biasa Link berupa 4.shared
KLIK DOWNLOAD yang ada pada GAMBAR
sponsor by mucilgogreen.blogspot.com
Sekarang kita lihat saja hasilnya
Seperti Biasa Link berupa 4.shared
KLIK DOWNLOAD yang ada pada GAMBAR
sponsor by mucilgogreen.blogspot.com
Jumat, 05 April 2013
Kamis, 04 April 2013
Rabu, 03 April 2013
Program Kerja
Program Unggulan
- Meningkatkan profesionalisme pelayanan pembelajaran serta bimbingan dan konseling secara bertahap dan pada tahun 2013 sudah mencapai standar tenaga kependidikan
- Tahun 2013 sebagian besar guru telah menguasai multi strategi pembelajaran aktif.
- Pada tahun 2013 Guru SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta telah menguasai multi metoda dan strtegi pembelajaran sekurang-kurangnya 11 metode/strategi
- Membiasakan para siswa Untuk mengaplikasikan hasil dari pembelajaran bahasa baik secara tertulis maupun lisan dalam kerangka pembelajaran
- Pada tahun 2013 seluruh guru dan siswa telah mampu mengakses dan memberdayakan tekhnologi informasi dan komunikasi (ICT) sebagai media dan sumber belajar di kalangan guru maupun siswa .
Langganan:
Postingan (Atom)
















